Senin, 29 Mei 2017         UPT BMR LIPI       LIPI       Halaman Depan »

» LIPI PRESS kontak kami »

Arsip terbitan :

» Kata kunci : tahun permohonan  
Pisahkan kata kunci dengan spasi. Untuk melihat katalog terbitan lengkap, klik tombol CARI tanpa menuliskan kata kunci apapun... halaman sebelumnya »

Judul : Pengembangan Material Ramah Lingkungan Berbahan Baku Lignoselulosa
Penanggung-jawab : Myrtha Karina Sancoyorini (LP Teknologi Bersih)
Penulis : Myrtha Karina Sancoyorini
Editor :
Abstrak : Kehidupan manusia terkait erat dengan polimer. Polimer adalah molekul besar yang terdiri atas unit-unit sederhana atau monomer yang berulang; berasal dari bahasa Yunani yang berarti ba-nyak (poli) dan bagian (meros). Polimer dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu polimer alam dan polimer sintetik1. Contoh polimer alam adalah selulosa kayu dan pati dari kentang dengan monomer glukosa atau protein dengan monomer asam amino. Contoh produk polimer sintetik adalah kantong plastik polietilena dengan monomer etilena, pipa pralon dan tali raffia dari polivinilklorida dengan monomer vinil klorida, dan lapisan pada panci teflon antilengket dengan monomer tetrafluoro etena.

Polimer sintetik adalah polimer yang berasal dari minyak bumi. Sumber minyak bumi tidak dapat diperbarui sehingga menipis dari tahun ke tahun, padahal permintaan produk plastik meningkat seiring dengan laju pertambahan penduduk. Apabila tidak ditemukan sumber minyak baru, cadangan minyak bumi di Indonesia yang jumlahnya diperkirakan 7,4 miliar barel atau setara dengan 885 juta m3 akan habis dalam waktu 1015 tahun ke depan2. Untuk memenuhi kebutuhan, Indonesia masih harus mengimpor 1,6 juta ton nafta dan 33 juta barel kondensat, atau setara dengan 3,95 juta m3. Keduanya merupakan bahan baku industri petrokimia hulu, sedangkan impor minyak bumi dan produk-produknya sampai akhir tahun 2013 sebesar 316.000 ton3.

Plastik polimer sintetik bersifat tahan lama dan sangat su-lit didegradasi secara alami. Kantong plastik berubah secara fisik dalam kurun waktu 5001.000 tahun, kemasan makanan styrofoam hancur dalam waku 5060 tahun, tali rafia dan pipa pralon bahkan sangat sulit dihancurkan4 sehingga akan menjadi masalah lingkungan. Pemusnahan polimer sintetik dengan cara pembakaran yang tidak sempurna memungkinkan dihasil-kannya emisi dioksin yang membahayakan kesehatan. Proses daur ulang sebagai upaya untuk menekan jumlah sampah plastik mendatangkan masalah baru, yakni efisiensi energi selama pro ses pencucian, penghancuran, dan pembentukan kembali5 serta nilai ekonomis yang masih harus diperhitungkan. Peman-faatan sebagai energi belum sepenuhnya memecahkan masalah lingkungan karena polutan dan residu yang dihasilkan memerlu-kan penanganan khusus karena termasuk ke dalam limbah ber-bahaya dan beracun.

Salah satu cara yang saat ini diharapkan dapat menjadi alter-natif solusi masalah lingkungan adalah pemanfaatan lignoselu-losa untuk material ramah lingkungan. Lignoselulosa adalah istilah untuk menggambarkan matriks di dalam tanaman berserat dengan komponen utama selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Dalam konteks ini, yang dimaksud dengan lignoselulosa adalah selulosa dan lignin, terutama yang dapat diperoleh dari limbah industri pertanian atau perkebunan.

Dalam rangka mengatasi masalah tersebut dan untuk antisipasi di masa depan, telah dilakukan penelitian dan pengem-bangan pemanfaatan lignoselulosa untuk material yang ramah lingkungan.

Selama ini selulosa banyak digunakan sebagai bahan utama pembuatan pulp untuk kertas. Ikatan kimia antara selulosa dan lignin sangat kuat sehingga keduanya dipisahkan melalui proses pulping menggunakan bahan kimia yang relatif kurang ramah lingkungan. Pada proses pemutihan pulp, digunakan klor yang berpotensi beracun. Untuk mengatasi masalah tersebut, telah dilakukan penelitian tentang pemisahan selulosa dan lignin sebagai komponen utama lignoselulosa. Metode eksplosi dengan perantara uap air telah ditemukan untuk memisahkan selulosa dan lignin6,7,8. Untuk mengatasi masalah penggunaan klor pada proses pemutihan, telah dilakukan penelitian penggunaan enzim yang diisolasi dari cacing tanah9. Sebagai upaya memper-oleh material ramah lingkungan, telah dilakukan pula penelitian pengembangan selulosa untuk bahan pengisi komposit kom-ponen otomotif10, dan pengembangan selulosa dengan melibat-kan aktivitas bakteri untuk carbon nano tube (CNT)11, lembaran tipis elastis12,13,14,15 serta film transparan16.

Dalam proses pembuatan pulp/kertas, akan dihasilkan lignin dalam bentuk limbah lindi hitam. Selama ini lignin digunakan sebagai energi pada proses pembakaran di industri pulp/kertas. Selain itu, lignin didaur ulang dan digunakan kembali pada proses pulping dengan konsekuensi bahan kimia yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih rendah dibandingkan bahan kimia yang baru. Untuk pengembangan/diversifikasi pemanfaatan lignin limbah industri pulp/kertas, telah dilakukan penelitian untuk pemanfaatannya sebagai substitusi perekat kayu rendah emisi formaldehida dan prekursor serat karbon. Prekursor se rat karbon yang dihasilkan diaplikasikan pada komposit kampas rem yang selama ini masih menggunakan asbes yang kurang ramah terhadap kesehatan dan lingkungan.

Jenis terbitan : buku orasi
Penerbit : B Media dan Reproduksi
copyeditor - Martinus Helmiawan
layouter - Dhevi E.I.R. Mahelingga
cover designer - Rusli Fazi
tanggal verifikasi - 03/12/16
tanggal review - 03/12/16 ∼ 13/12/16
tanggal pra-cetak - 03/12/16
nomor (berkala) -
registrasi - ISBN 978-979-799-866-0 ()
halaman - ix + 56 hal.
dimensi - A5 (14,8 x 21 cm)
tanggal terbit - 10/12/16
naskah lengkap - tidak dibuka untuk publik
naskah cuplikan - belum ada

» URL pendek : http://u.lipi.go.id/1487641863
» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi melalui Facebook
» berbagi melalui Twitter

815 kali diakses »
0 kali dicetak »
0 kali dikirim »

Dikelola oleh PDII dan TGJ LIPI Hak Cipta © 2007-2017 LIPI